Gunakan kulit hewan yang biasa digunakan untuk bahan dompet, sabuk, atau
benda lain yang terbuat dari kulit.
Gosokkan batu tersebut secara searah dan kemudian kilau batu akik tersebut akan terpancar.
Hal ini dikarenakan oleh bahan kulit yang masih mengandung minyak di dalamnya.
Meskipun telah diolah, minyak tersebut masih terkandung di dalam bahan kulit tersebut meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit.
3. Dengan Bambu
Menggosok batu cincin menggunakan bambu mungkin terdengar aneh.
Namun cara ini ternyata sudah digunakan oleh para orang tua jaman dahulu.
lebih menarik dan membuatnya semakin mahal jika dijual di toko online.
1. Dengan Klaras atau Daun Pisang Kering
Cara satu ini memang sudah sering dipakai oleh nenek moyang kita jaman dahulu untuk menggosok batu cincin mereka supaya terlihat semakin mengkilap.
Meskipun cara ini tergolong cara kuno, namun sampai sekarang cara ini masih dianggap ampuh untuk mengkilapkan batu akik.
Hal ini bukan tanpa alasan menggosok batu cincin menggunakan daun pisang kering, namun ternyata daun pisang kering tersebut masih menganding senyawa yang membuat batu akik terlihat semakin mengkilap.
Cara menggosoknya juga sangat sederhana. Anda hanya perlu mengambil daun pisang kering kemudian gosokkan pada batu akik secara searah.
Lama-kelamaan batu akik anda akan semakin terlihat mengkilap.
2. Dengan Kulit Hewan
Selain daun pisang kering, ternyata material kulit juga dapat mengkilapkan batu akik.
Hal ini akan sangat membantu untuk meningkatkan daya kilap dari batu akik tersebut.
Sebelum menggosokkan media bambu untuk mengkilapkan batu akik, ada baiknya anda - Cuci bambu dengan bersih. Jemur terlebih dahulu bambu yang akan digunakan untuk menggosok batu akik hingga kering.
- Gosok batu akik ke permukaan bambu dengan halus dan jangan terlalu keras.
- Gosok dengan arah yang sama secara berulang-ulang.
- Waktu penggosokkan batu menggunakan media ini sebaiknya jangan terlalu sering karena ditakutkan batu akik akan terkikis. Cukup lakukan seminggu atau sebulan sekali saja.
4. Merendam Dengan Air Kelapa
Cara ini termasuk cara yang paling mudah dan tidak membutuhkan banyak tenaga.
Anda hanya perlu memasukkan batu akik anda ke dalam cairan yang berisi air kelapa.
Biarkan selama beberapa jam hingga semalam untuk mendapatkan hasil yang baik.
Setelah direndam selama semalam penuh, keesokan harinya angkat batu tersebut kemudian keringkan dengan lap yang lembut.
Gosokkan batu tersebut secara searah dan kemudian kilau batu akik tersebut akan terpancar.
Hal ini dikarenakan oleh bahan kulit yang masih mengandung minyak di dalamnya.
Meskipun telah diolah, minyak tersebut masih terkandung di dalam bahan kulit tersebut meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit.
3. Dengan Bambu
Menggosok batu cincin menggunakan bambu mungkin terdengar aneh.
Namun cara ini ternyata sudah digunakan oleh para orang tua jaman dahulu.
lebih menarik dan membuatnya semakin mahal jika dijual di toko online.
1. Dengan Klaras atau Daun Pisang Kering
Cara satu ini memang sudah sering dipakai oleh nenek moyang kita jaman dahulu untuk menggosok batu cincin mereka supaya terlihat semakin mengkilap.
Meskipun cara ini tergolong cara kuno, namun sampai sekarang cara ini masih dianggap ampuh untuk mengkilapkan batu akik.
Hal ini bukan tanpa alasan menggosok batu cincin menggunakan daun pisang kering, namun ternyata daun pisang kering tersebut masih menganding senyawa yang membuat batu akik terlihat semakin mengkilap.
Cara menggosoknya juga sangat sederhana. Anda hanya perlu mengambil daun pisang kering kemudian gosokkan pada batu akik secara searah.
Lama-kelamaan batu akik anda akan semakin terlihat mengkilap.
2. Dengan Kulit Hewan
Selain daun pisang kering, ternyata material kulit juga dapat mengkilapkan batu akik.
Hal ini akan sangat membantu untuk meningkatkan daya kilap dari batu akik tersebut.
Sebelum menggosokkan media bambu untuk mengkilapkan batu akik, ada baiknya anda - Cuci bambu dengan bersih. Jemur terlebih dahulu bambu yang akan digunakan untuk menggosok batu akik hingga kering.
- Gosok batu akik ke permukaan bambu dengan halus dan jangan terlalu keras.
- Gosok dengan arah yang sama secara berulang-ulang.
- Waktu penggosokkan batu menggunakan media ini sebaiknya jangan terlalu sering karena ditakutkan batu akik akan terkikis. Cukup lakukan seminggu atau sebulan sekali saja.
4. Merendam Dengan Air Kelapa
Cara ini termasuk cara yang paling mudah dan tidak membutuhkan banyak tenaga.
Anda hanya perlu memasukkan batu akik anda ke dalam cairan yang berisi air kelapa.
Biarkan selama beberapa jam hingga semalam untuk mendapatkan hasil yang baik.
Setelah direndam selama semalam penuh, keesokan harinya angkat batu tersebut kemudian keringkan dengan lap yang lembut.
. Dengan Amplas/Kertas Pasir
Cara yang terakhir ini merupakan cara paling umum dan efektif untuk menghaluskan dan mengkilapkan batu akik anda.
Cara yang terakhir ini merupakan cara paling umum dan efektif untuk menghaluskan dan mengkilapkan batu akik anda.
Penggunaan kertas amplas yang sesuai
menjadi kunci suksesnya proses penghalusan batu akik anda.
Pilihlan kertas amplas yang paling
sesuai dan memiliki tekstur yang lembut. Biasanya memiliki ukuran 1200 atau
1500.
Jika anda masih ragu, maka mintalah
jenis kertas amplas yang paling halus.
Gosok searah dan perlahan supaya
membuat batu akik anda semakin halus dan mengkilat.
Cara ini sangat cocok bagi anda yang
baru memulai menghaluskan batu akik anda.
Jika anda masih merasa takut untuk
menghaluskannya sendiri, sekarang ini sudah mulai banyak jasa yang menawarkan
proses penghalusan batu akik supaya lebih mengkilap
lagi.(intisari/pricearea.com)
Selain
batu akik bertuliskan Allah milik Rahayu menjadi juara favorit pilihan
pengunjung, dalam kontes itu juga diputuskan juara umum berdasarkan penilaian
dewan juri, yakni batu akik dari fosil kayu ulin bergambar kuda milik seorang
pria bernama Galfi.
Dalam kontes itu juga dinobatkan lima pemenang pertama sampai ketiga dengan kategori yang berbeda, yakni untuk kategori Akik Nusantara juara pertama diraih Galfi dengan batu bernama Junjung Derajat.
Peringkat kedua atas nama Aji Redho dengan batu akik bernama Garut Naga Terbang, disusul Andi J dengan batu bernama Lavender Teratai.
Untuk kategori Akik Kalimantan, batu akik bergambar pagoda koleksi Aji menjadi yang terbaik, diikuti Agus P dengan batu bernama Akik Junjung Derajat dan Galfi di urutan ketiga dengan batu akik bertuliskan Allah.
Pada kategori Fosil Ulin, juara pertama atas nama Galfi, mengungguli Asnawi dan Bustani yang masing-masing di posisi kedua dan ketiga. Adapun juara kategori Kelulud direbut Hendra, disusul Rudi M (kedua) dan Asnawi (kedua).
Sedangkan untuk kategori Red Borneo, koleksi batu akik milik Rizal D menjadi juaranya, peringkat kedua atas nama Raka dan urutan ketiga Rachmad S dengan batu bergambar naga. Semua pemenang kontes mendapat uang
Dalam menentukan pemenang kontes, kriteria penilaian yang dilakukan dewan juri adalah mengenai gambar atau motif, warna, keunikan, jenis batu, kehalusan, dan ukuran.
Kontes batu seperti ini baru dilakukan dalam gelaran Kaltim Fair. Beberapa bulan ke depan, kontes serupa akan digelar di Tenggarong, Kabupaten Kutai K
Dalam kontes itu juga dinobatkan lima pemenang pertama sampai ketiga dengan kategori yang berbeda, yakni untuk kategori Akik Nusantara juara pertama diraih Galfi dengan batu bernama Junjung Derajat.
Peringkat kedua atas nama Aji Redho dengan batu akik bernama Garut Naga Terbang, disusul Andi J dengan batu bernama Lavender Teratai.
Untuk kategori Akik Kalimantan, batu akik bergambar pagoda koleksi Aji menjadi yang terbaik, diikuti Agus P dengan batu bernama Akik Junjung Derajat dan Galfi di urutan ketiga dengan batu akik bertuliskan Allah.
Pada kategori Fosil Ulin, juara pertama atas nama Galfi, mengungguli Asnawi dan Bustani yang masing-masing di posisi kedua dan ketiga. Adapun juara kategori Kelulud direbut Hendra, disusul Rudi M (kedua) dan Asnawi (kedua).
Sedangkan untuk kategori Red Borneo, koleksi batu akik milik Rizal D menjadi juaranya, peringkat kedua atas nama Raka dan urutan ketiga Rachmad S dengan batu bergambar naga. Semua pemenang kontes mendapat uang
Dalam menentukan pemenang kontes, kriteria penilaian yang dilakukan dewan juri adalah mengenai gambar atau motif, warna, keunikan, jenis batu, kehalusan, dan ukuran.
Kontes batu seperti ini baru dilakukan dalam gelaran Kaltim Fair. Beberapa bulan ke depan, kontes serupa akan digelar di Tenggarong, Kabupaten Kutai K