Rabu, 15 April 2015

Gunakan kulit hewan yang biasa digunakan untuk bahan dompet, sabuk, atau benda lain yang terbuat dari kulit.
Gosokkan batu tersebut secara searah dan kemudian kilau batu akik tersebut akan terpancar.
Hal ini dikarenakan oleh bahan kulit yang masih mengandung minyak di dalamnya.
Meskipun telah diolah, minyak tersebut masih terkandung di dalam bahan kulit tersebut meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit.
3. Dengan Bambu
Menggosok batu cincin menggunakan bambu mungkin terdengar aneh.
Namun cara ini ternyata sudah digunakan oleh para orang tua jaman dahulu.
lebih menarik dan membuatnya semakin mahal jika dijual di toko online.
1. Dengan Klaras atau Daun Pisang Kering
Cara satu ini memang sudah sering dipakai oleh nenek moyang kita jaman dahulu untuk menggosok batu cincin mereka supaya terlihat semakin mengkilap.
Meskipun cara ini tergolong cara kuno, namun sampai sekarang cara ini masih dianggap ampuh untuk mengkilapkan batu akik.
Hal ini bukan tanpa alasan menggosok batu cincin menggunakan daun pisang kering, namun ternyata daun pisang kering tersebut masih menganding senyawa yang membuat batu akik terlihat semakin mengkilap.
Cara menggosoknya juga sangat sederhana. Anda hanya perlu mengambil daun pisang kering kemudian gosokkan pada batu akik secara searah.
Lama-kelamaan batu akik anda akan semakin terlihat mengkilap.
2. Dengan Kulit Hewan
Selain daun pisang kering, ternyata material kulit juga dapat mengkilapkan batu akik.
Hal ini akan sangat membantu untuk meningkatkan daya kilap dari batu akik tersebut.
Sebelum menggosokkan media bambu untuk mengkilapkan batu akik, ada baiknya anda - Cuci bambu dengan bersih. Jemur terlebih dahulu bambu yang akan digunakan untuk menggosok batu akik hingga kering.
- Gosok batu akik ke permukaan bambu dengan halus dan jangan terlalu keras.
- Gosok dengan arah yang sama secara berulang-ulang.
- Waktu penggosokkan batu menggunakan media ini sebaiknya jangan terlalu sering karena ditakutkan batu akik akan terkikis. Cukup lakukan seminggu atau sebulan sekali saja.
4. Merendam Dengan Air Kelapa
Cara ini termasuk cara yang paling mudah dan tidak membutuhkan banyak tenaga.
Anda hanya perlu memasukkan batu akik anda ke dalam cairan yang berisi air kelapa.
Biarkan selama beberapa jam hingga semalam untuk mendapatkan hasil yang baik.
Setelah direndam selama semalam penuh, keesokan harinya angkat batu tersebut kemudian keringkan dengan lap yang lembut.
. Dengan Amplas/Kertas Pasir
Cara yang terakhir ini merupakan cara paling umum dan efektif untuk menghaluskan dan mengkilapkan batu akik anda.
Penggunaan kertas amplas yang sesuai menjadi kunci suksesnya proses penghalusan batu akik anda.
Pilihlan kertas amplas yang paling sesuai dan memiliki tekstur yang lembut. Biasanya memiliki ukuran 1200 atau 1500.
Jika anda masih ragu, maka mintalah jenis kertas amplas yang paling halus.
Gosok searah dan perlahan supaya membuat batu akik anda semakin halus dan mengkilat.
Cara ini sangat cocok bagi anda yang baru memulai menghaluskan batu akik anda.
Jika anda masih merasa takut untuk menghaluskannya sendiri, sekarang ini sudah mulai banyak jasa yang menawarkan proses penghalusan batu akik supaya lebih mengkilap lagi.(intisari/pricearea.com)

Selain batu akik bertuliskan Allah milik Rahayu menjadi juara favorit pilihan pengunjung, dalam kontes itu juga diputuskan juara umum berdasarkan penilaian dewan juri, yakni batu akik dari fosil kayu ulin bergambar kuda milik seorang pria bernama Galfi.

Dalam kontes itu juga dinobatkan lima pemenang pertama sampai ketiga dengan kategori yang berbeda, yakni untuk kategori Akik Nusantara juara pertama diraih Galfi dengan batu bernama Junjung Derajat.

Peringkat kedua atas nama Aji Redho dengan batu akik bernama Garut Naga Terbang, disusul Andi J dengan batu bernama Lavender Teratai.

Untuk kategori Akik Kalimantan, batu akik bergambar pagoda koleksi Aji menjadi yang terbaik, diikuti Agus P dengan batu bernama Akik Junjung Derajat dan Galfi di urutan ketiga dengan batu akik bertuliskan Allah.

Pada kategori Fosil Ulin, juara pertama atas nama Galfi, mengungguli Asnawi dan Bustani yang masing-masing di posisi kedua dan ketiga. Adapun juara kategori Kelulud direbut Hendra, disusul Rudi M (kedua) dan Asnawi (kedua).

Sedangkan untuk kategori Red Borneo, koleksi batu akik milik Rizal D menjadi juaranya, peringkat kedua atas nama Raka dan urutan ketiga Rachmad S dengan batu bergambar naga. Semua pemenang kontes mendapat uang
Dalam menentukan pemenang kontes, kriteria penilaian yang dilakukan dewan juri adalah mengenai gambar atau motif, warna, keunikan, jenis batu, kehalusan, dan ukuran.

Kontes batu seperti ini baru dilakukan dalam gelaran Kaltim Fair. Beberapa bulan ke depan, kontes serupa akan digelar di Tenggarong, Kabupaten Kutai K

Minggu, 12 April 2015

  • Keunikan batu ini sehingga menjadi incaran kolektor adalah warnanya yang eksotis yang berwarna merah muda. Selain itu batu ini memiliki kilau seindarah Ruby. “Batu ini sangat unik, dalamnya seperti berair. Kalau disenter akan sangat berkilau,” ungkap Diky Aldo, Ketua Gemstone, Nagoya Batam, Kamis (26/3/2015).
    Batu Barelang Rose ini kini belum diolah, tetapi masyarakat yang ingin melihat keindahan batu ini bisa datang di depan Ramayana Jodoh tempat komunitas Gemstone berkumpul. Walaupun masih mentah, tetapi batu ini dibandrol seharga Rp. 5 milyar.
    Batu ini rencananya juga akan dijadikan maskot pada saat pameran Batam Gems
yudi nugroha Garut, - Yudi Nugraha, Ketua Koperasi Lasminingrat

Laporan Wartawan bangka Pos, Khamelia
BANGKAPOS.COM BANGKA -- Firmansyah terpilih menjadi juara umum kontes batu tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Babel Gemstone Community
 
Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 04 April 2015 06:10 WIB

Wow! Ditawar Rp6 M Batu Kecubung Putih Nggak Dilepas

Pontianak, HanTer -  Pengunjung pameran batu permata produk kerajinan Kalimantan Barat di Rumah Radank Jl Sutan Syahrir, Pontianak, Kalbar dibuat tersirih oleh keindahan batu akik kecubung putih yang digelar stand Dekranasda.

"Wow batunya sangat indah sekali, kalau bisa beli mau saya membelinya," kata Roni Darsono pengunjung asal Surabaya, Jumat (3/4/2015).

Roni yang sengaja ke Pontianak hanya untuk mengunjungi pameran mengatakan tidak berani membeli batu akik kecubung putih yang baru saja membuatnya terpikat karena harga jualnya sangat tinggi sekali.

"Sudah ada yang tawar Rp6 Miliar belum dilepas," katanya.

Mandiro, PNS Dinas Pertambangan Kabupaten Ketapang yang menjaga stand milik Dekranasda Kabupaten Ketapang mengatakan Kalimantan Barat kaya akan batu akik atau batu permata.

Satu diantaranya, batu kecubung putih asal Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang. Yang ikut dipamerkan dalam pameran yang berlangsung dalam rangka HUT ke-51 Bank Kalbar.

"Batu kecubung putih jadi primadona pameran ini," katanya.

Batu kecubung putih yang dipamerkan masih berupa bongkahan dan belum diasah beratnya 20 kilogram milik kolektor batu asal Ketapang.

"Sudah ditawar Rp6 Miliar, tetapi pemiliknya belum mau melepas," katanya.
 

(Ris)
 Melawi - Batu akik tengah digandrungi masyarakat Indonesia. Tak terkecuali kepala daerah, seperti Bupati Melawi, Kalimantan Barat, Firman Muntaco.
  1.  Aizan, pemilik Galery Rumah Batu Bengkulu
  2.  
    February 3, 2015
    4375 views
    akik mahal
    Batu batu akik termahal dan berharga fantastis menyerupai sesuatu hal yang indah dan rumit akan dibanderol ratusan, bahkan hingga mencapai miliaran oleh kolektor.
    Misalnya batu akik bergambar motif mata kucing milik seorang pengusaha sekaligus kolektor asal Balikpapan bernama Heru. Dirinya mengaku akik mata kucingnya pernah dilamar seharga Rp800 juta oleh kolektor lain, namun tak dilepas.
    Batu akik mata kucing yang dimilikinya mahal karena kualitas beningnya seperti kristal. Warna yang dimiliki pun indah, serta terdapat garis (inden) yang istimewa.
    Selain itu, koleksi akik bergambar Ratu Pantai Selatan milik Krisna, seniman sekaligus kolektor yang membeli akik tersebut di Wonosobo tahun 1995, dibanderol seharga Rp5 miliar. Harga yang fantastis untuk sebongkah batu alam.
    Batu akik ratu pantai selatan tersebut menampilkan siluet seorang wanita yang berada di antara corak warna-warni di sekitarnya. Indah memang, dan langka pastinya. Itu yang membuat harganya jadi fantastis.
    Sebuah akik dengan motif pemandangan pantai berasal dari Bengkulu juga dibanderol mahal yakni mencapai Rp2 miliar karena keindahannya. Akik milik Chandra Nanda Satria ini pernah menang di kompetisi batu akik di Indonesia tahun 2014 lalu, juga di ajang yang sama di China. Kemenangan itu berdampak pada harga jual akik tersebut pastinya.
    Jadi yang menentukan harga jual sebuah batu akik memang ada banyak hal, antara lain motif atau corak, jenis, warna, dan kualitas pastinya. Selamat berburu akik.

    •  Adalah Karsani Aulia Polem, 33, seorang pemburu batu akik asal Jalan Pattimura, Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara
    •  BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak ada yang istimewa dari tampilan batu ini, kecuali warnanya yang jingga agak keruh. Pemiliknya, Hendra (30) menyatakan telah ada peminat yang menawar batu miliknya seharga Rp 90 Juta.
      “Namun belum saya lepas,” kata warga Banjarmasin ini di Jalan Agraria sekitar kawasan Trisakti, Banjarmasin, kemarin. Ia menyebut batu akiknya sebagai sangat langka.
      Menurut dia, batunya adalah Kecubung Otak Udang, dan hanya ada satu dua saja yang kini tersisa. Pengakuan Hendra diamini Bang Jabal (45), satu di antara juragan batu akik di Banjarma
    •  
      PADANG - . Bahkan karena keindahannya, ada batu akik Sungai Dareh yang terjual Rp1,5 miliar.
      Edo, pengusaha batu akik, warga Jalan Perak, Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, menuturkan, sudah menekuni bisnis batu akik sejak 2005. Ia mengawali dengan menjual batu mentah atau belum diolah.
      "Saya memang penggemar batu akik lumuik Sungai Dareh. Itu sudah saya tekuni sejak 2005. Awalnya saya hanya menjual batu akik pakai kantong kresek kepada pengusaha batu. Satu kantong kresek harganya Rp300 ribu, beratnya ada sekira 2 kilogram," tuturnya kepada Okezone, Selasa (24/2/2015).
      Tren penggunaan batu akik Sungai Dareh mulai mencuat pada 2012 saat ia mengikuti kontes di Jakarta. Tak tanggung-tanggung, Edo membawa 6 ton batu mulia asal Sungai Dareh.
      "Alhamdulillah batu lumuik Sungai Dareh naik. Kami jadi juara I saat itu. Kemudian batu lumuik Sungai Dareh dengan motif badai salju harganya bisa sampai Rp1,5 miliar. Saat ini batu itu masih di Jakarta. Ciri-cirinya kayak giok tapi didominasi warna putih di dalamnya serta memiliki totol hijau. Hal yang membuat mahal karena totolnya itu menyerupai harimau,” jelasnya.
      Batu tersebut awalnya dibeli dari temannya dengan harga Rp135 juta. Setelah selesai pameran di Taman Mini Indonesia Indah, nilainya menjadi Rp1,5 miliar. "Sekarang batu itu ada di tangan kawan saya di Jakarta," ujarnya.
      Edo menjelaskan, ada 57 motif batu asal Sungai Dareh. Umumnya berwarna hijau tua. Dari puluhan motif tersebut, ada tiga yang paling dicari di pasaran, yakni motif kumbang jati, badai salju, dan pucuk pisang.
      Ciri motif kumbang , jelas dia, berwarna hijau kristal dan di dalamnya terdapat totol hijau pekat seperti kumbang jati. Sementara ciri untuk badai salju berbentuk seperti giok, tidak tembus cahaya senter, bermotif putih, dan terdapat totol hijau.
      "Tapi kalau untuk motif pucuk pisang mirip batu belimbing di Aceh. Tapi kalau dari Sungai Dareh batunya warna kuning dan di dalamnya banyak warna. Itu yang dikatakan super," paparnya.
      Saat ini ada Edo memiliki batu motif kumbang jati seberat 4 ons dan belum diolah. "Ini batu lumuik Sungai Dareh dengan motif kumbang jati harganya Rp9 juta. Ini batu super, kemarin sudah ada yang tawar Rp7 juta tapi belum mau kami lepas. Memang kumbang jati saat ini lebih mahal. Dua krat saja batu ini harganya sudah Rp2 juta," sebutnya.
      Selain batu kumbang jati super, dia juga memiliki stok batu lumuik Sungai Dareh seberat 17 ton. Sebanyak 7,5 ton di antaranya sudah dikirim ke Jakarta dan daerah lain, serta ke Kota Padang 9,5 ton.
      "Stok ready dan masih diolah menjadi kecil-kecil. Kami tidak mengolah menjadi batu siap pakai, tapi mengolah batu setengah pakai dan dikirim ke Medan, Lampung, Jakarta, Surabaya, Kalimantan. Ada juga yang menjual secara online,” ujarnya.
      Sejak menggeluti usaha batu akik, Edo sudah mengantongi keuntungan Rp500 juta lebih. Sementara untuk mendapat batu akik dari Sungai Dareh, ia membelinya dari warga yang menambang.
      "Biasanya kalau batunya bagus kami hargai Rp100 ribu, kalau kurang bagus Rp40 ribu. Bergantung kualitas,” pungkasnya. (ton)
      •  Ketua Asosiasi Perajin Perhiasan dan Batu Permata Jatim, H Moh Fathoni Masruchan mengatakan, terdapat empat jenis batu mulia yang memiliki nilai tinggi dan paling diminati, yaitu Ruby, Saphir, Zamrud, dan Mata Kucing. Harganya mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 1 miliar.
        Namun batu akik yang terdapat di dalam negeri sebenarnya juga tidak ketinggalan. Saat ini justru sedang ramai di para penggemar batu akik memburu batu dalam negeri. Harganya pun mampu bersaing dengan batu mulia dari luar.
        "Yang menjadikan mahal itu dilihat dari empat hal, yaitu kebersihannya, warna (semakin tua semakin mahal), kehalusan gosokan batunya, dan berat atau karat," kata Fathoni.
        •  
          Di Yogyakarta, seorang kolektor batu mulia memiliki koleksi yang dibanderol amat fantastis, Rp 2,5 miliar! Batu mulia unik itu dimiliki Suroto (70), warga Ngadiwinatan, Kelurahan Ngampilan, Yogyakarta.
          Sekitar tiga tahun lalu, konon koleksi Suroto itu pernah ditawar Sultan Brunei Darussalam.
          "Tapi sayangnya yang menjadi perantara malah meninggal karena kena stroke. Sampai sekarang ya tidak ada kelanjutannya," kata Suroto.
          Yang menjadikan mahal, karena koleksinya ini jarang ditemukan. Terdapat keunikan, yaitu pada batu tersebut terdapat lafal Muhammad dalam Bahasa Arab. Adapun dari hasil uji laboratorium batu ini adalah batu alam, memiliki berat 24,12 karat.
          "Kebanyakan kan lafal 'Allah'. Yang terlihat jelas ada lafal 'Muhammad' seperti itu sangat jarang dan sulit mencarinya. Dari berbagai acara pameran batu mulia di Indonesia, jarang ditemukan," katanya saat ditemui di kediamannya pekan lalu.
          Adapun barang tersebut, ia peroleh dari salah seorang keluarga Keraton Yogyakarta sekitar 1990. Batu mulia tersebut sudah disimpan sekitar 100 tahun di dalam komplek Keraton. Orang tersebut berpesan, jika batu itu tidak memiliki harga mahal jangan dijual.
          "Dia kan seneng Ruby, akhirnya tukar-tukaran dengan batu itu. Dulu nggak jelas dan masih berupa batu, lalu saya gosok lagi hingga terlihat seperti sekarang," ungkapnya.